Tugas AIJ
TUGAS AIJ
1. Definisi Firewall
Definisi Firewall Adalah - Pengertian, Fungsi, Jenis, Cara Kerja dan Karakteristik -Firewall secara umum dikenal sebagai sebuah sistem yang mengatur komunikasi antara 2 jaringan yang berbeda. Firewall ini bisa dianggap sebagai pengontrol akses keluar masuknya informasi menuju jaringan privat dari pihak luar.Prinsip dan cara kerja
2. Prinsip Kerja Server Firewall
Firewall bekerja dengan cara menyaring lalu lintas komputer dengan menggunakan alamat IP, protokol, dan juga nomor port. Dengan begitu, Firewall mampu menyaring data yang masuk dengan mengidentifikasi isi pesan yang masuk ke komputer kita. Selai itu, Firewall juga dapat mengatur lalu lintas perpindahan data komputer dan internet menggunakan salah satu atau gabungan dari beberapa metode.
Cara kerja Server Firewall
1.Ketika anda akan menggunakan akses internet ke dalam komputer anda, maka ada baiknya anda menyalakan terlebih dahulu firewall pada komputer anda. apabila komputer anda menggunakan sistem operasi windows, maka berikut ini adalah langkah – langkah untuk mengaktifkan firewall pada komputer anda dengan mudah.
2. Buka control panel pada komputer anda, dengan cara klik Start, kemudian pilih Control Panel
3. Pilih menu Windows Firewall pada jendela Control Panel
4. Kemudian, jendela konfigurasi dari Windows Firewall akan terbuka
5. Pada jendela Windows Firewall, pilih tab Change Notification Settings
6. Pada tab Notification Settings, anda akan mendapati beberapa jaringan yang sudah pernah terhubung dengan komputer anda, dan jaringan yang bisa terhubung dengan komputer anda
7. Kemudian, pilih option button bertuliskan Turn On Windows Firewall, kemudian centang pilihan Notify Me When Windows Firewall Block a New Program
8. Dengan melakukan konfigurasi tersebut, maka Windows Firewall anda pun sudah aktif, dan bisa digunakan.
(1-2 Abdullah alkatiri )
3.Teknologi firewall
Tembok api atau dinding api adalah suatu sistem perangkat lunak yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk bisa melaluinya dan mencegah lalu lintas jaringan yang dianggap tidak aman. Umumnya, sebuah tembok-api diterapkan dalam sebuah mesin terdedikasi, yang berjalan pada pintu gerbang (gateway) antara jaringan lokal dengan jaringan Internet.Tembok-api digunakan untuk membatasi atau mengontrol akses terhadap siapa saja yang memiliki akses terhadap jaringan pribadi dari pihak luar. Saat ini, istilah firewall menjadi istilah lazim yang merujuk pada sistem yang mengatur komunikasi antar dua macam jaringan yang berbeda. Mengingat saat ini banyak perusahaan yang memiliki akses ke Internet dan juga tentu saja jaringan berbadan hukum di dalamnya, maka perlindungan terhadap perangkat digital perusahaan tersebut dari serangan para peretas, pemata-mata,
4. ataupun Jenis-jenis FirewallTaksonomi FirewallFirewall terbagi menjadi dua jenis, yakni sebagai berikut
*Personal Firewall: Personal Firewall didesain untuk melindungi sebuah komputer yang terhubung ke jaringan dari akses yang tidak dikehendaki. Firewall jenis ini akhir-akhir ini berevolusi menjadi sebuah kumpulan program yang bertujuan untuk mengamankan komputer secara total, dengan ditambahkannya beberapa fitur pengaman tambahan semacam perangkat proteksi terhadap virus, anti-spyware, anti-spam, dan lainnya. Bahkan beberapa produk firewall lainnya dilengkapi dengan fungsi pendeteksian gangguan keamanan jaringan (Intrusion Detection System). Contoh dari firewall jenis ini adalah Microsoft Windows Firewall(yang telah terintegrasi dalam sistem operasi Windows XP Service Pack 2, Windows Vistadan Windows Server 2003 Service Pack 1), SymantecNorton Personal Firewall, KerioPersonal Firewall, dan lain-lain. Personal Firewall secara umum hanya memiliki dua fitur utama, yakni Packet Filter Firewall dan Stateful Firewall.
*Firewall: Network ‘‘’’Firewall didesain untuk melindungi jaringan secara keseluruhan dari berbagai serangan. Umumnya dijumpai dalam dua bentuk, yakni sebuah perangkat terdedikasiatau sebagai sebuah perangkat lunak yang diinstalasikan dalam sebuah server. Contoh dari firewall ini adalah Microsoft Internet Security and Acceleration Server (ISA Server), Cisco PIX, Cisco ASA, IPTables dalam sistem operasi GNU/Linux, pf dalam keluarga sistem operasi Unix BSD, serta SunScreen dari Sun Microsystems, Inc. yang dibundel dalam sistem operasiSolaris. Network Firewall secara umum memiliki beberapa fitur utama, yakni apa yang dimiliki oleh personal firewall (packet filter firewall dan stateful firewall), Circuit Level Gateway, Application Level Gateway, dan juga NAT Firewall. Network Firewall umumnya bersifat transparan (tidak terlihat) dari pengguna dan menggunakan teknologi routing untuk menentukan paket mana yang diizinkan, dan mana paket yang akan ditolak.
(3-4 Arif budi setfirewall)
5. Beberapa karakteristik dari firewall
1. Firewall harus lebih kuat dan kebal terhadap serangan luar. Hal ini berarti bahwa Sistem Operasi akan relatif lebih aman dan penggunaan sistemnya dapat dipercaya.
2. Hanya aktivitas atau kegiatan yang dikenal/terdaftar saja yang melewati atau melakukan hubungan. Hal ini dilakukan dengan menyetting policy pada konfigurasi keamanan lokal.
3. Semua aktivitas atau kegiatan dari dalam ke luar harus melewati firewall. Hal ini dilakukan dengan membatasi atau memblok semua akses terhadap jaringan lokal, kecuali jika melewati firewall terlebih dahulu.
No 6
1. Arsitektur dual homed host
2. Arsitektur screened host
3. Arsitektur screened subnet
(5-6 Marizka)
7.Hubungan antara Osi Layer dengan Firewall
Terdapat tipe firewall yang ada hubungannya dengan Osi Layer yaitu tipe Application level gateway, dikenal dengan sebutan proxy server yang berfungsi untuk memperkuat arus aplikasi . Tipe ini akan mengatur semua hubungan yang menggunakan Layer Aplikasi pada model OSI seperti : ftp, httpd, dll. Firewall bekerja pada bagian Layer Network Osi Layer .
8.Firewall secara umum di peruntukkan untuk melayani :
1.mesin/komputer
Setiap individu yang terhubung langsung ke jaringan luar atau internet dan menginginkan
semua yang terdapat pada komputernya terlindungi.
2.Jaringan
Jaringan komputer yang terdiri lebih dari satu buah komputer dan berbagai jenis
topologi jaringan yang digunakan, baik yang di miliki oleh perusahaan,
organisasi dsb.
(7-8 Efendi)
No 9
Aplikasi Firewall :
1. Comodo Free Firewall
2. ZoneAlarm Free Firewall
3. Tinywall
4. Anti-Netcut 3
5. Peerblock
10.Kebijakan Keamanan Firewall
Menurut Ehab S. Al-Shaer and Hazem H. Hamed, kebijakan keamanan firewall adalah daftar aturan yang telah ditentukan untuk menetapkan tindakan yang harus dilakukan pada paket-paket jaringan berdasar pada kondisi-kondisi penyaringan khusus [ 5]. Kebijakan seharusnya menentukan segala sesuatu dari penggunaan yang dapat diterima untuk merespon skenario di mana suatu gangguan keamanan terjadi. Suatu kebijakan firewall berbeda dari kebijakan keamanan informasi, sejauh ini penggambaran sederhananya adalah bagaimana kebijakan keamanan informasi akan diterapkan oleh firewall dan dihubungkan dengan mekanisme keamanan. Tanpa suatu kebijakan firewall, organisasi dan administrator seolah-olah terbang dalam kegelapan, sehingga firewall menjadi kompleks dan rumit untuk dikelola, dan gangguan keamanan dapat terjadi sehari-hari. Tanpa suatu kebijakan untuk memandu penerapan dan administrasi firewall, maka firewall itu sendiri dapat juga mendatangkan suatu masalah keamanan. Oleh karena itu, dirasa sangat penting untuk membuat kebijakan keamanan firewall sebelum memasang firewall pada sistem jaringan suatu organisasi. Pada bagian ini akan diuraikan langkah-langkah untuk membuat suatu kebijakan keamanan firewall dan kemudian dilanjutkan dengan sebuah contoh. Ini berisi rekomendasi untuk pengujian dan pembaharuan (updating) kebijakan secara periodik.
2.1 Kebijakan Firewall
Suatu kebijakan firewall mendikte bagaimana firewall seharusnya menangani trafik aplikasi-aplikasi seperti web, email, atau telnet. Kebijakan itu seharusnya
FirewallInternetJaringan Internal
3menggambarkan bagaimana firewall dikelola dan diupdate. Sebelum suatu kebijakan firewall dapat dibuat, beberapa bentuk analisis resiko harus dilakukan pada aplikasi-aplikasi yang dibutuhkan dalam pencapaian misi organisasi. Hasil dari analisa ini meliputi sebuah daftar aplikasi-aplikasi dan bagaimana aplikasi-aplikasi tersebut akan diamankan. Proses untuk membuat daftar ini tidak dibahas secara terperinci disini, ini akan memerlukan pengetahuan tentang kerapuhan dari masing-masing aplikasi dan nilai keuntungan dari metoda-metoda yang digunakan untuk pengamanan aplikasi itu. Analisis resiko menyangkut pengorganisasian infrastruktur teknologi informasi seharusnya dipertimbangkan berdasarkan pada evaluasi menyangkut unsur-unsur berikut: ancaman, kerapuhan, dan pembatasan jumlah pemakai (countermeasures) pada tempat tertentu untuk mengurangi kerapuhan dan dampak jika data penting dimanfaatkan bersama. Hasil akhirnya adalah untuk memahami dan mengevaluasi unsur-unsur ini sebelum penetapan suatu kebijakan firewall. Hasil dari analisis resiko akan mendikte cara di mana sistem firewall menangani trafik aplikasi jaringan. Perincian dari aplikasi yang dapat melintasi suatu firewall dan dalam keadaan yang bagaimana aktivitas dapat berlangsung, seharusnya didokumentasikan dalam bentuk suatu matriks trafik aplikasi, seperti ditunjukkan pada Tabel 2.1. Langkah-langkah yang ditempuh untuk membuat suatu kebijakan firewall adalah sebagai berikut: a.
Identifikasi aplikasi jaringan yang diperlukan, b.
Identifikasi kerapuhan yang berhubungan dengan aplikasi, c.
Analisis nilai keuntungan dari metoda-metoda untuk pengamanan aplikasi, d.
Pembuatan matriks trafik aplikasi yang menunjukkan metoda pengamanan, dan e.
Pembuatan seperangkat aturan (ruleset) dasar firewall pada matriks trafik aplikasi
(Semua kelompok)
Komentar
Posting Komentar